Showing posts with label Me n My Story. Show all posts
Showing posts with label Me n My Story. Show all posts

Saturday, January 9, 2016

Laki-Laki atau Perempuan??? (bagian 2)

Urusan jenis kelamin bayi yang sering tertukar pada anak saya ternyata tidak berhenti sampai meja operasi saja. Setelah dia lahir, masih banyak yang menanyakan ini bayi laki-laki atau perempuan dan banyak yang menyangka Ayesha adalah anak laki-laki lantaran dia tidak memakai anting atau perhiasan emas lainnya seperti umumnya bayi perempuan. Setiap bertemu dengan orang pasti banyak yang tanya,
" ini laki-laki atau perempuan?"
lalu saya jawab "perempuan"
"Kirain laki, habisnya gak pakai anting sih" lanjut si penanya.

Hmm pertanyaan itu mungkin sudah ratusan atau ribuan kali ya saya dapatkan. hehehe Lebay!
Tapi Ini serius loh, capek juga kalau tiap ketemu orang, tanggapannya selalu seperti itu. Adek tuh gak bisa diginiin bang.huhuhu 😥😥😥

Tidak berhenti sampai situ saja bahkan ketika saya berobat ke puskesmas dan bertemu bidan juga dokter atau tenaga kesehatan perempuan lainnya semua menanyakan "ini bayi perempuan atau laki-laki. Kok tidak pakai anting?"
Ketika giliran ayesha mau diperiksa, pertama ketemu dokternya saya malah dinasehatin,
"Anting kan untuk identitas bayinya, Bu. Kalau gak pakai anting, gimana bisa tahu ini perempuan, bu? Tanya dokter.
"nanti kan pakai jilbab dok, ini dilepas jilbabnya karena mau diperiksa." jawab saya dengan agak heran karena bu dokter ini pakai kerudung juga lho, masa' yang begini dipermasalahkan.

Kemudian ummi saya yg menemani pun ikut bersuara
"iya dok, ini ibunya Ayesha aja gak saya tindik dan ga pakai anting dari bayi kok"

"Lho, kenapa begitu? Memang dalam Islam hukum bayi ditindik gimana ya bu?" tanya dokternya lagi.
Trus ummi makin semangat menjelaskan bla bla bla bla panjang kali lebar.

Saya cuma bisa melongo dan berkata dalam hati:
Ehem ehem, helllooo bu dokter, ini anak saya kapan mau diperiksanya yaa??? kok malah konsultasi syariah disini siiih
*lambaikantangankekamera*
*krik krik*

Lain halnya kalau saya berobat ke dsa laki-laki, sepertinya mereka tidak terlalu mementingkan masalah anting-antingan. Para bapak dokter enggak ada tuh yang nanyain ayesha laki-laki atau perempuan karena sudah tertulis di datanya perempuan. Dan gak ada yang protes Kenapa dia gak pakai anting. Hmm berarti perempuan memang lebih ribet deh dalam urusan printilan begini.

Pertanyaan seperti itu sebenarnya sudah saya antisipasi lho dengan memakaikan baju-baju warna pink, bunga bunga, dress girly, yang unyu-unyu deh pokoknya. Anehnya, sudah pakai Ootede seperti itu masih ada saja yang bertanya ini laki-laki atau perempuan dan lebih parahnya lagi waktu itu saya pergi makan diluar dengan Ayesha. Ketika hendak mau pulang, bapak pemilik rumah makan menyapa kami dengan pertanyaan basa basi, rumahnya dimana dll. Kemudian dia dan bertanya, bayi saya laki atau perempuan. Padahal waktu itu Ayesha sedang memakai jilbab!
Ya menurut nganaaaa ini laki-laki atau perempuan??? hufffttt 😑😤

Agak dongkol juga sih, kebangetan kan kalau udah pakai jilbab masih ditanya jenis kelaminnya. Kalo kata bang haji mah Sungguh THER..LHA..LHUU 😆
Yaa masa kalo ini bayi lakik gw pakein kerudung sih, iseng amaaatt 😅😝

Sepulangnya kemudian saya cerita kejadian tersebut ke Ummi. Responnya ummi malah ketawa. "Dulu juga teteh (sebutan ke saya) waktu bayi ummi pakein jilbab tapi masih banyak yang nanya ini laki atau perempuan. Kirain karena jaman dulu taun 92 itu jarang banget dan masih aneh orang liat bayi pakai jilbab. Gak taunya emang keturunan toh. Wkwkwk"

Ternyataaa..  Gubrak!

Read More … Laki-Laki atau Perempuan??? (bagian 2)

Friday, January 8, 2016

Laki-laki atau Perempuan??

Laki-laki atau perempuan yaaa? Waktu awal menikah, kami termasuk pasangan yang mendambakan kehadiran seorang anak. Saya dan suami yang sama sama anak sulung, ternyata mengidam-idamkan jenis kelamin berbeda pada anak kami nantinya. Suami saya menginginkan anak perempuan Alasannya karena anak perempuan pertama itu bisa lebih telaten memimpin adik-adiknya nanti. Lain dengan saya yang malah menginginkan anak sulung laki-laki karena saya merasakan sekali betapa tidak enaknya menjadi anak pertama dan begitu mendambakan seorang kakak laki-laki padahal itu sangat mustahil kan karena saya memang anak pertama.

Waktu dinyatakan positif hamil saya bahagia sekali Saya menunggu sampai janin di kandungan berusia 4 bulan karena saya memang sangat penasaran jenis kelamin Apakah sang jabang bayi dalam kandungan ini. 

Sebenarnya saya menerima jenis kelamin apa saja, laki-laki atau perempuan bersyukur karena sudah diberi kepercayaan oleh Allah. Tapi tetap saja ini membuat saya penasaran tentunya bagi setiap calon orang tua, ya kan. hehehe

Waktu hamil 4 bulan saya USG ke dokter klinik yang dekat rumah, dr. Murni yang menanganinya ternyata beliau menyatakan bahwa jenis kelamin sang jabang bayi adalah laki-laki Wow betapa senangnya hati saya. The baby was a boy! Pulang dari klinik saya godain suami saya alhamdulillah ya ternyata anak kita laki-laki sesuai dengan yang aku harapkan hehehe.

Sampai usia 7 bulan kehamilan saya selalu USG di dr.Murni tiap bulannya dan beliau makin lama makin meyakinkan bahwa janin nya betjenis kelamin laki-laki
"lihat nih bu, ini 'Monas' nya kelihatan kan?" Kata dokter murni mobil menunjuk layar monitor hasil USG. Saya sih iya iya aja toh gambarnya bagi saya itu abstrak banget. Btw, kalo itu monasnya, trus bundaran HI nya di sebelah mana ya bu? hehehe

Memasuki Usia 7 bulan kehamilan, saya inisiatif periksa ke rumah sakit karena untuk berjaga-jaga Jika saya tidak melahirkan secara normal maka rekam medik mencatat saya pernah kontrol kesana. Disana ada beberapa dokter obgyn yang perempuan dan waktu itu saya pilih dokter Ita karena beliau senior di rumah sakit tersebut.
Dan setelah cerita-cerita dengan Ummi, ternyata waktu Ummi hamil, periksa nya ke dokter Ita juga. Berarti bisa dibilang beliau itu Dokter dua generasi dong hehehe

Setelah Kontrol dan  USG ke dokter Ita, ternyata Beliau juga menyatakan kalau janin yang ada di perut saya itu adalah laki-laki. Makin Yakinlah saya kalau memang benar nanti sulung saya laki-laki. Alhamdulillaaah.
Waktu itu suami saya pun Tidak berkomentar apa-apa walaupun laki-laki Tetapi dia tetap senang juga yang penting Ibu dan bayinya sehat. Beberapa kali saya bergantian Periksa ke dokter Ita ke dokter Murni.

Pernah kejadian waktu saya ingin Periksa ke dokter Ita tetapi saya telat dan pendaftaran yang sudah ditutup jadi saya mau tidak mau milih dokter lain saya pilih dokter Nina. Ketika dr. Nina melakukan USG beliau bilang masih 50:50 karena waktu itu kurang jelas dan nggak bisa terlihat jenis kelaminnya apa, tetapi dalam hati saya saya masih yakin itu laki-laki karena dari 3 dokter, dua diantaranya bilang itu laki-laki dan bukan sekali saja.

Hari lahiran sudah semakin dekat, ternyata bayi yang ada di perut saya posisinya masih melintang dan tidak mau turun ke bawah sudah ditunggu hingga 36 Minggu tapi tidak juga mau kebawah ditambah ketubannya sedikit. Akhirnya dokter murni dan dokter Ita pun menyarankan untuk di operasi caesar.

Skip skip, Saya memilih dokter Ita untuk menangani operasi caesar tersebut.
Ketika operasi caesar berlangsung  Saya sudah tidak mikir Bayi saya laki-laki atau perempuan fisiknya mirip  ibu atau bapak nya. Tapi saya hanya fokus berdoa dan berdzikir agar bayi saya lahir sehat selamat dan tidak kurang suatu apapun.

Alhamdulillah lega rasanya mendengar tangisan pertama bayi tersebut rasanya terharu bahagia dan gak terasa  air matanya keluar begitu saja. Saya bersyukur sekali. Setelah bayinya bisa dikeluarkan kemudian dipotong ari arinya, salah satu dokter memperlihatkan bayinya kepada saya
" ini bayi Ibu beratnya 2,7 kilo Alhamdulillah sehat"
pertama saya masih terpukau dan takjub, kemudian saya lihat wajahnya terus langsung ke alat kelamin saya berfikir sejenak dalam hati heran. Kok bentuknya seperti itu ya alat kelamin laki-laki, Apa memang seperti itu bayi baru lahir.. lalu saya bertanya kepada dokter
"dokter, kok begitu sih dok t*t*t bayinya?" 
lalu dokter tersenyum dan berkata "bayi ibu perempuan, ini silakan dicium dulu"

"Tapi kata dokter Ita bayinya laki-laki kan?" saya masih belum yakin.
" Iya Bu itu kan hanya prediksi di USG" jawabnya
"Ternyata terlilit tali pusat,Bu. Pantas saja dia melintang terus gak bisa turun" lanjut dr. Ita
Oh, kasihan sayangku terlilit tali pusat, alhamdulillah bisa selamat ya..

Yang lucunya lagi waktu itu Umi menunggu didepan ruang operasi (Cuma ada ummi karena Abu dan Aa sedang bersiap sholat Jum'at)
setelah dipanggil oleh suster untuk melihat bayinya Umi bingung, kok perempuan.
"Sus, bukan ini bayinya, tapi yang laki-laki" kata Ummi mantap sambil celingak celinguk apa ada bayi lain disana,
suster menjawab "Benar bu, Ini bayinya ibu Addini soalnya siang ini yang caesar cuma bu Addini aja"
Hehehe udah pede tapi salah.

Nama nya aja belum disiapkan. Semua nama  yang saya punya adalah nama laki-laki. Barang-barang bayi yang sudah dibeli semuanya berbau laki-laki serba warna biru pokoknya laki banget deh. Ada juga yang udah ngasih kado sebelum lahiran baju-baju baby boy dan ternyata itu gak kepake sama sekali.Mungkin belum ya mudah-mudahan nanti adiknya Ayesha bisa terpakai hehehe

Ayesha, maaf yaa awalnya mommy ragu apakah kamu benar bayi yang ada di periut mommy atau bukan. Maafkan enin juga yaa yg ikutan meragukan juga.hehe Aa, ternyata doa kamu yang lebih diijabah Allah. Diam diam menghanyutkan yaaa :D

Alhamdulillaaah

Read More … Laki-laki atau Perempuan??

Friday, December 12, 2014

Puding Coklat dan Vla Vanilla

Pekan lalu, di rumah ummi saya ada pengajian emak-emak. Tau kan biasanya “PENGAJIAN” itu (apalagi ibu-ibu), isi acaranya gak sekedar “ngaji” aja lho. Tapi harus kudu wajib ada makanannya. Karena apalah arti setiap acara kumpul-kumpulnya orang Indonesia jika tak ada acara makan-makannya. Rupanya semboyan “Makan gak makan asal kumpul” itu menurut saya kurang pas deh. Harusnya diganti jadi “Kumpul-kumpul berarti makan-makan” hahaha



Nah, kalau acara makan-makan versi pengajian ummi saya ini biasanya setiap peserta sudah punya tugas masing-masing dalam membawa persenjataan, eh maksudnya makanan. Ada yang bawa makanan pembuka, makanan inti, dan makanan penutup atau pencuci mulut. Untuk pengajian kali ini, ummi saya kebagian menyediakan makanan penutup. Karena ummi saya sedang tidak sempat membuat makanan, maka saya yang diminta tolong untuk buatnya. Ummi mau dibikinkan pudding coklat. Hmm pudding coklat yang pakai vla vanilla kyaknya mantap tuh. Sudah terbayang di pikiran kalau saya mau buat pudding coklat yang super nyoklat dan yummy vla nya. Oke deh, akhirnya saya menyetujui karena sebagian besar bahan-bahannya sudah saya miliki di rumah, cuma susu yang belum saya punya.

Buat pudding ini tergolong mudah dan tidak terlalu lama, bahannya pun tidak sulit. Jadi saya mengerjakannya dari pukul 10.00 pagi sementara pengajian dimulai pukul 13.00.



Untuk membuat pudding yang super nyoklat ini, saya menggunakan susu coklat yang cukup banyak. Susu yang digunakan sebaiknya susu cair yang kental, saya menggunakan merk Diamond. Karena merupakan susu pasteurisasi (produk susu yang dianjurkan untuk ibu hamil harus dipasteurisasi terlebih dahulu). Saya menggunakan susu cokelat sekitar 2.250 ml untuk 2 sachet agar. Rarsa coklat dan manisnya banyak berasal dari susunya. Jadi tidak perlu menambahkan gula terlalu banyak yaa. Selain itu, untuk menyumbang rasa coklat dalam pudding yang nyoklat dan yummy ini, saya menggunakan cokelat blok yang milk, tetapi yang dark chocolate pun bisa digunakan. Saran saya, ketika akan menggunaan cokelat blok tersebut harus diparut menggunakan parutan keju. Hal ini dilakukan agar coklat blok mudah larut jika dimasak dan meminimalisir cokelat yang bergumpal ketika pudding sudah mendidih.



Setiap membuat pudding, saya jarang membuat vanilla sendiri. Biasanya saya memakai vla instan yang banyak dijual di pasaran karena alasan kepraktisan dan mempersingkat waktu. Nah, untuk kali ini saya berniat membuat sendiri vla vanillanya. Akhirnya saya searching di google, dan saya menemukan resep vla vanilla yang lembut dan yummy di blognya mba Endang. Disana dijelaskan bahwa Rahasia supaya vla lembut dan terasa seperti es krim yang meleleh adalah dengan memprosesnya di blender hingga halus. Anda bisa menambahkan parutan kulit jeruk lemon atau orange di vla untuk memberikan rasa semriwing jeruk yang segar. Simpan vla bersama puding di kulkas hingga benar-benar dingin sebelum disantap. Oke, inilah resepnya. Cekidot


Puding Coklat dan Vla Vanilla


Bahan:

- 2 bungkus agar-agar coklat
- 100 s/d 150 gram gula pasir (susu coklat kemasan sudah terasa manis)
- 1/2 sendok teh garam
- 30 gram coklat bubuk kualitas yang baik
- 2 liter susu coklat kemasan kotak + 250 ml susu coklat kemasan kecil (saya pakai merk Diamond)
- 300 s/d 400 gram coklat blok, parut dengan parutan keju agar mudah larut.

Bahan vla:

- 250 gram gula pasir
- 3 sendok makan tepung maizena
- 1/4 sendok teh garam
- 2 sendok teh vanila extract atau 1/2 sendok teh vanili bubuk
- 700 ml susu cair
- 1 sendok teh parutan kulit jeruk lemon atau orange/sunskist (optional)

Cara membuat



Siapkan panci, masukkan agar-agar bubuk, bubuk coklat, gula pasir, dan garam, aduk rata. Tambahkan sekitar 200 ml susu coklat cair, aduk dengan sendok atau spatula hingga bahan larut dan tidak menggumpal. Tambahkan sisa susu cair dan aduk rata.


Note: Jika anda memasukkan susu sekaligus banyak akan menyulitkan untuk menghilangkan gumpalan-gumpalan yang terbentuk karena itu tambahkan sedikit susu cair dan aduk hingga benar-benar larut baru kemudian masukkan sisa susu cair yang digunakan.

Masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk hingga larutan mulai mengeluarkan letupan-letupan kecil tanda mendidih. Masukkan potongan coklat blok dan aduk terus sambil larutan dimasak hingga semua coklat blok menjadi lumer dan tercampur rata dengan larutan susu. Jika adonan agar-agar telah mendidih segera matikan api kompor. Tuangkan larutan ke loyang yang telah disiapkan. Saya menggunakann satu Loyang bulat yang besar, dan Loyang bulat kecil, beserta Tupperware ukuran sedang. Beberapa mangkuk kecil (ini untuk keperluan foto), anda bisa menggunakan loyang apapun yang ada termasuk mangkuk atau gelas kecil.

Biarkan uap panas puding hilang, kemudian masukkan ke kulkas hingga puding dingin dan keras.

Membuat Vla Vanilla

Siapkan panci, masukkan gula dan tepung maizena, tambahkan sekitar 200 ml susu cair, aduk rata hingga larut. Masukkan sisa susu, garam dan parutan kuit jeruk (jika pakai). Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga mendidih dan kental. Angkat dari kompor.


Biarkan uap panasnya hilang, tuangkan ekstrak vanilla dan esktrak rum (jika pakai), aduk rata dan biarkan hingga dingin. Masukkan vla ke dalam blender dan proses hingga halus. Simpan vla di kulkas hingga dingin sebelum disantap dengan puding.

Super yummy!
Read More … Puding Coklat dan Vla Vanilla

Monday, October 6, 2014

Hidangan Idul Adha: Nasi Biryani Khas India

Assalamu’alaikum, para pembaca setia blog Addini. Bagaimana kabarnya Idul Adha di tempat kalian? Hmm yang pastinya, Hari Idul Adha ini bisa dibilang hari Makan Daging Nasional, bahkan tingkat dunia ya. Hehe Setiap rumah pun biasanya memiliki stok daging qurban, baik berupa sapi, kambing, atau domba dan unta (tapi kalau di Indonesia saya belum pernah dengar ada yang qurban unta :D ) termasuk di rumah saya.

Sudah lama sekali saya mengidamkan olahan daging kambing berupa nasi kebuli. Nasi Kebuli adalah kuliner Arab/timur tengah. Waktu saya kecil, ummi saya sering memasak nasi kebuli untuk kami sekeluarga.Walaupun ummi bukan keturunan arab, tapi Nasi kebuli Ummi sangat lezaaat, Laziiz jiddan, Raos pisan euy :D

Setiap kali nasi kebuli buatan ummi sudah matang, langsung dilahap oleh tangan-tangan kecil milik saya dan adik-adik saya. Jangan salah, kami masih kecil pun porsi makannya seperti orang dewasa jika sudah berhadapan dengan nasi kebuli ummi. Seperti orang yang belum makan dua bulan. Wkakaka

Oke fix, Saya NGIDAM NASI KEBULI. Bukan semata karena bawaan bayi saja, tapi karena kerinduan emaknya (saya) pada hidangan tersebut dan memang sudah lama sekali saya tidak makan nasi kebuli. Karena mendekati momen Idul Adha, saya menunggu daging qurban untuk memasaknya.Tapi ketika daging dibagikan di komplek rumah,ternyata saya kebagian daging sapi, bukan daging kambing seperti yang saya harapkan. Akhirnya saya memutar otak untuk menyiasatinya, Bagaimana saya bisa makan yang mirip nasi kebuli tapi dari daging sapi. Setelah browsing dan Tanya kesana kemari, datanglah inspirasi untuk membuat Nasi Biryani.

Biryani (Nastaliq: بریانی ; bahasa Hindi: बिरयानी) atau biriani (beriani) adalah hidangan berupa nasi (biasanya dari berasbasmati) yang dimasak bersama rempah-rempah, sayuran, atau daging. Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani Biryani aslinya berasal dari dapur kerajaan Mughal, India namun kemudian berkembang ke negara-negara lainnya di sub-benua India. Kolkata, Lucknow, Hyderabad dan Delhi, merupakan daerah utama penghasil nasi biryani. Variasi nasi versi lokalnya juga sangat terkenal di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan komunitas Asia yang tinggal di luar negaranya


Nasi Biryani dan nasi kebuli memang sekilas mirip.Perbedaan dengan nasi biryani adalah nasi dimasak langsung dalam kuah kaldu daging atau ayam beserta bumbu-bumbunya, jadi mirip seperti nasi pilaf dan umumnya tidak menggunakan bumbu kari sehingga tidak berwarna kekuningan sebagaimana nasi biryani.

Sejujurnya, ini pertama kalinya saya memasak masakan internasional(ceileeh gayanya). Banyak rempah-rempah khas kuliner timur tengah yang jarang digunakan pada masakan Indonesia. Jadi saya membeli bumbunya sekalian belajar mengenal rempah-rempah yang terdengar baru di telinga saya seperti jinten, kapulaga, cengkeh, pekak/bunga lawang. Maklumlah, masih pemula. Xixixi

Nasi biryani buatan saya tak luput dari bantuan suami saya. Dia yang mengantar saya berbelanja ke pasar, dan membantu mengiris daging yang beku karena dari baru dikeluarkan dari freezer .Cowok ganteng itu sungguh baik hati dan sering membuat saya melting, karena tidak segan-segan membantu saya memasak dan bela-belain berkutat di pasar dan dapur sebelum dia berangkat ke kantor. Buat ibu-ibu, memasak bareng suami juga menambah keharmonisan rumah tangga lhoo.. *kedipinmata

Oke, kembali ke laptop :D Nasi Biryani ini biasanya memakai beras khusus bernama beras basmati. Karakter beras ini panjang (long grain) dan tidak lengket seperti beras Indonesia. Tapi beras ini lumayan sulit didapat dan harganyaaa alamak, menguras kantong. Hehe Walaupun begitu, saya tidak menyerah dan menggantinya dengan beras pulen biasa. Dan ternyata rasanya tetap maknyos.

Berikut ini saya tampilkan resep dan cara membuat nasi biryani dengan menggunakan panci biasa dan rice cooker. Anda bisa memilih yang mana lebih anda sukai. Jika menggunakan panci, harus berhati-hati karena jika api terlalu besar, maka bagian bawah nasi akan gosong. Apabila menggunakan rice cooker, nasi seperti di steam/dikukus sehingga bagian dasarnya tidak gosong. Tetapi rasanya memang lebih ‘nendang’ jika pakai panci. Namun begitu, saya akui, saya belum ahli memasak nasi dengan panci biasa, akhirnya saya menggunakan rice cooker/ magicom saja. hehehe Eheemm, mari kita langsung menuju TKP

Nasi Biryani Daging Sapi

Untuk 4 orang

Bahan:

- 500 gram beras, pilih yang bulir panjang/long grain

Bumbu dan bahan kaldu daging:

- 1 sendok makan minyak sayur
- 250 gram daging sapi, potong tipis memanjang
- 1 liter air
- paket rempah (bungkus jadi satu menggunakan kain putih tipis): 1 sendok teh biji ketumbar, 1 sendok teh jintan, 3 buah kapulaga, 10 butir merica hitam butiran, 5 butir cengkeh
- 1 sendok makan bubuk kari instan


Bumbu dan bahan untuk menumis nasi:

- 1 1/2 sendok makan margarine (minyak samin lebih nendang)
- 3 butir bawang merah, iris tipis memanjang
- 4 butir bawang putih, iris tipis memanjang
- 1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
- 2 ruas jahe, iris tipis
- 2 sendok makan puree tomat (bisa diganti dengan 4 sendok makan saus tomat)
- 200 ml susu cair
- 2 batang kayu manis
- 2 buah kembang lawang/pekak
- 2 butir kapulaga
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kunyit bubuk
- 2 sendok teh kaldu bubuk
- 2 sendok teh garam


Cara membuat:

Siapkan beras, kalau bisa pilih beras jenis bulir panjang mirip seperti beras basmati. Cuci bersih beras, kemudian rendam dengan air yang banyak hingga seluruh beras tertutup air. Diamkan selama minimal 2 jam. Tiriskan.

Siapkan wajan, beri 1 sendok makan minyak, panaskan. Tumis irisan daging hingga permukaannya kecoklatan. Masukkan 1 liter air, paket rempah dan bubuk kari instan. Rebus hingga daging empuk dan air kaldu berkurang hingga setengahnya. Angkat, buang bungkusan paket rempah.

Siapkan panci, masukkan margarine, lelehkan. Tumis bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum. Masukkan kayu manis, kembang lawang, dan kapulaga, aduk rata. Tambahkan puree tomat, kaldu bubuk, garam, kunyit bubuk, merica bubuk dan susu cair, aduk rata Tuangkan beras yang telah ditiriskan, aduk-aduk hingga semua bumbu dan beras tercampur rata. Biarkan hingga susu meresap. Ambil + 300 ml air kaldu daging masukkan ke dalam tumisan beras beserta dagingnya sekalian, aduk rata.

Kecilkan api hingga sangat kecil, bungkus tutup panci dengan kain serbet. Tutup panci berisi beras dan masak selama 15 - 20 menit hingga nasi matang. Gunakan api yang sangat kecil agar beras matang perlahan dan tidak membuat bagian dasar nasi menjadi gosong.

Angkat nasi, aduk dan gemburkan dengan garpu hingga nasi menjadi tercerai berai.



Untuk memasaknya menggunakan rice cooker, beri margarine di rice cooker sambil rice cooker dalam posisi menyala. Panaskan margarine, tumis bumbu-bumbu dan ikuti instruksi seperti di atas. Masukkan susu cair dan beras, aduk rata.

Tambahkan kaldu + daging, ukur takaran air kaldu sesuai petunjuk penggunaan rice cooker anda ya. Aduk rata. Tutup rice cooker dan masak hingga nasi matang. Jika nasi telah matang, segera gemburkan nasi menggunakan garpu. Siap disantap. Yummy!

Sumber:

Resep dari sini
Wikipedia - Biryani
Read More … Hidangan Idul Adha: Nasi Biryani Khas India

Thursday, May 23, 2013

Di Balik Kerutan Wajah Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak itu bertanya kepada Ayahnya ketika sedang santai di beranda : "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak itu berguman : " Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak itu tambah kebingungan. Karena penasaran, kemudian anak itu menghampiri Ibunya dan bertanya : "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?" Ibunya menjawab. "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak perempuan itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini. "Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. " "Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. " "Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. " "Kuberikan Keperkasaan dan Mental Baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin. Dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya." "Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. " "Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara." "Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi." "Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan badan yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. " "Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat." Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH." Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah. Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya. Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita. ------With Love to My Dad and All Father in the world------
Read More … Di Balik Kerutan Wajah Ayah

Tuesday, May 7, 2013

Belajar Dari Masa Kecil

Waktu kecil, aku pernah (bahkan sering) melakukan hal-hal yang menurut orang dewasa itu adalah sesuatu yang bodoh dan konyol. Salah satu, salah dua dan salah tiganya ada dalam kisah berikut ini. Contoh pertama, waktu aku masih TK, mungkin usiaku antara 4 atau 5 tahun, aku mengamati sebuah stop kontak. Kenapa setiap alat elektronik (tv, kulkas, kipas angin, radio tape) harus dicolokkan ke dalam sana jika ingin menyala. Aku ingin tahu, apa yang ada di dalam lubang itu. Akhirnya aku pernah coba-coba mendekatkan jari telunjukku ke dalam lubang stop kontak! Pasti kalian semua tahu apa yang terjadi padaku sepersekian detik setelah aku menyentuhnya. Ya, benar. Kesetrum! Hehe tapi dulu aku masih belum mengerti apa kesetrum itu. Yang aku rasakan, jariku tertahan di lubang kecil tersebut selama beberapa detik. Ada semacam aliran dahsyat tak berwujud tapi aku merasakan aliran tersebut menjalar sampai jantungku berdegup kecang. Baru setelah itu jariku bisa terlepas dari lubang menyeramkan itu. Seketika aku terduduk lemas dan masih deg-degan (Kalau ada cermin di dekat situ, pasti tampangku absurd banget deh). Terasa sakit yang belum aku kenal di jari-jariku, tidak seperti digigit ataupun terjepit. Setelah itu aku diam terduduk lemas dan gak bilang Ummi karena takut dimarahi. Yang ada di pikiranku waktu itu, makhluk misterius macam apakah yang tersembunyi di dalam lubang itu?? Langsung deh mengkhayal yang aneh-aneh. Haha Kalo dipikir-pikir sekarang, aku bersyukur banget. Alhamdulillah yaa.. Allah menyelamatkan nyawaku yang masih imut-imut dan polos ini. :Dv Di lain hari, aku sudah SD dan berusia sekitar 6 tahun. Aku sedang menginap bersama keluargaku di rumah nenek di daerah Karawang. Sekitar jam 7 malam, Ummi mau pergi membeli sesuatu di minimarket terdekat. Biasalah, anak kecil kan suka mau ikut-ikutan kemana ada orang yang mau pergi, apalagi aku belum tahu banyak tempat di daearah tersebut. Karena aku ke rumah nenek waktu lebaran saja. Aku selalu mengira kalau orang dewasa pergi keluar rumah, pasti jalan-jalan. Haha culun banget sih pemikirannya. Ketika aku dan Ummi sampai di depan pagar rumah, ternyata ada tukang kue putu yang sedang mangkal tak jauh dari rumah. Langsung deh merengek minta dibeliin kue itu sama Ummi. Akhirnya Ummiku yang baik hati setuju untuk beli kue itu. Kalian tahu kan, kue putu yang warna hijau dalamnya gula merah cair itu. Enak lho rasanya.hihihi Tapi kue putu itu belum ada yang sudah jadi dan kami harus menunggu abang tukang kue putu itu meraciknya terlebih dahulu. Yaa membutuhkan beberapa menit, dan aku yang mulai bosan kemudian memperhatikan lampu templok besar yang digunakan tukang kue putu itu sebagai penerangannya di malam hari. Lampu itu ditutupi kaca yang atasnya berlubang. Karena barang tersebut memang tidak ada di rumahku dan baru pertama kali aku lihat yang sebesar itu dari dekat. Rasa penasaranku mulai muncul. Dalam hati sambil berpikir “kaca itu panas gak ya? Tapi dia deket api, mungkin panas. Eh, tapi kan kalau bagian atasnya agak jauh dari api. Lagian, kacanya gak hitam kyak habis terbakar. Mungkin gak panas. ” Tanpa ba bi bu lagi, aku langsung menggenggam kaca penutup lampu templok itu tanpa ragu. Dan apa yang terjadi sodara sodaraaaa..???? DEMI TUHAAAAAN (Arya wiguna style) panas bangeeeettt. Langsung deh aku teriak refleks, panas campur sakit. Haha Ummi yang melihat aksi nekat (plus bodoh) itu langsung kaget dan panik. Tapi aku masih berlagak sok cool menahan sakit gitu. Gengsi juga kalau aku nangis di depan tukang kue putu. Pasti nanti ummi malah ngajak aku pulang dan gak jadi jalan-jalan malamnya. Dan itu berarti gak ada chiki atau es krim coklat malam itu. Akhirnya aku bilang ke Ummi dengan ekspresi sok kuat “Gak apa-apa Mi. Cuma panas dikit kok.” Padahal maaaahhh, dalam hati pengen lompat-lompat gak karuan. hadoooohh panas tingkat dewaa. Hahaha. Setelah itu, lanjut deh jalan ke minimarket sama Ummi. Tapi aku jadi gak selera lagi sama kue putu itu karena sibuk mengusap-usap tangan yang terasa melepuh itu ke baju. Dan rasa panasnya makin meningkat seiring berjalannya waktu. Boro-boro minta beliin Chiki atau es krim pas di minimarket. Pikiranku sudah pengen cepet pulang dan merendam tangan di kamar mandi. Hehe Lagi-lagi aku berterimakasih pada Allah yang masih membiarkan tanganku tumbuh dengan normal sampai saat ini. Alhamdulillaaah ^o^ Ternyata kalau diingat-ingat, banyak banget kejadian konyol yang aku alami waktu kecil selain menyentuh lubang stop kontak dan memegang kaca panas. Ketika aku masih SD juga. Mungkin usiaku sekitar 6 atau 7 tahun. Di sekolahku, ada pelajaran tentang kisah Nabi-Nabi. Waktu itu, guruku bercerita tentang Nabi Sulaiman yang punya kerajaan super besaaar. Kerajaannya indah, sampai-sampai Ratu Balqis yang punya kerajaan di Saba pun takjub ketika berkunjung kesana. Dia mengangkat bajunya ketika menginjakkan kaki di Istana Nabi Sulaiman yang berlantaikan kaca dan dibawahnya ada kolam dan banyak ikan yang berenang-renang di sana. Lagi-lagi aku berkhayal, seperti apa yaa wujud asli Istana Nabi Sulaiman yang berlantaikan kaca. Dalam pikiranku, “Emang ada ya kaca yang dijadikan lantai? Berarti kaca itu gak pecah dong kalau diinjak..” Karena Addini kecil itu adalah anak yang punya tingkat penasaran yang tinggi dan selalu ingin tahu, di otaknya langsung merencanakan eksperimen kalau sudah di rumah. Haha Kalian pasti tahu apa eksperimennya. Ya, Injak Kaca! Ketika sore menjelang, seperti biasa setelah mandi sore aku menyisir rambut di depan cermin. Aku jadi teringat dengan cerita guruku di sekolah. Tanpa pikir panjang, aku ambil cermin itu dari pakunya, dan aku letakkan tertidur di lantai. Awalnya aku agak ragu, takut kalau nanti kaca itu pecah jika aku injak. Tapi aku pikir, “Nabi Sulaiman dan seluruh orang di Istana itu yang injak kaca, tapi kacanya gak pecah. Aku kan lebih kecil dan lebih enteng dari Nabi Sulaiman, mungkin gak akan pecah..” setelah itu aku injakkan kaki kanan ke atas cermin. Satu detik pertama, kaca itu masih aman, tapi detik selanjutnya ketika aku mulai menginjakkan kedua kaki di atas kaca, langsung kaca itu retak dan menjalar seperti di danau es yang diinjak kemudian pecah di film-dilm luar negeri. Omaigaaaat...! Perasaanku campur aduk. Kaget, takut, deg-degan juga takut dimarahi. Kemudian Abi memergoki aku yang sedang melancarkan eksperimen konyol itu. Abi juga kaget “Maasya Allaaah..!” kemudian aku langsung diangkat abi dari cermin yang aku injak. Abi memeriksa telapak kakiku apa ada yang terluka kena pecahan kaca. Alhamdulillaaaah kembali aku bersyukur pada Allah, kakiku baik-baik saja. Abi tanya kenapa aku injak cermin dengan sengaja. Aku jawab dengan polosnya “mau ikutin Istana Nabi Sulaiman.” Abi cuma tersenyum dan langsung membersihkan pecahan kaca itu. Alhamdulillaaaaah gak dimarahin. Hehehe Itulah beberapa hal konyol yang aku lakukan semasa aku kecil. Seiring waktu dan pertumbuhanku, aku belajar lebih banyak hal. Aku jadi dapat ilmu baru. Ternyata di dalam stop kontak itu terdapat aliran listriknya, bukan monster penghisap darah. Ternyata kaca adalah penghantar panas yang baik, jadi kalau dekat sumber panas (api) dia akan ikut panas juga karena ada aliran kalornya. Ternyata tubuh kita memiliki massa dan cermin tidak cukup kuat menahan tekanan yang dihasilkan oleh massa tubuh dan gravitasi. Sehingga cermin tersebut bisa pecah. Tetapi selain penjelasan dari sudut pandang fisika, ada pelajaran lain yang aku dapat dari peristiwa itu. Aku di masa kecil adalah anak yang penuh rasa ingin tahu, mencoba banyak hal yang (sebenarnya) membahayakan diriku sendiri. Berinteraksi dengan aliran listrik, panas api, pecahan kaca, yang itu semua bisa saja melukai diriku sendiri. Tapi tanpa beban dan rasa takut, aku mencoba melakukan hal tersebut. Lalu mengapa ketika aku tumbuh besar, aku lebih banyak pertimbangan dalam mencoba hal baru. Ada banyak sekali kekhawatiran yang menggelayut dalam pikiranku. Takur Gagal, Takut Salah, Takut ditertawakan orang lain, Takut dicemooh, dan berbagai macam ketakutan lainnya. Kekhawatiran yang masih dalam pikiran dan sebenarnya belum terjadi atau bahkan tidak terjadi. Mengapa aku tidak belajar dari masa kecilku yang tidak takut untuk mencoba hal baru yang menarik perhatian, tanpa dipenuhi bayang-bayang kehawatiran akan kegagalan. Selalu berpikir positif dan selalu berani belajar untuk sebuah pengalaman yang baru dan akan menjadikannya sosok yang kuat dan mandiri tanpa ada rasa takut terhadapa apa yang belum terjadi. Allah yang menciptakan rasa takut dalam diri manusia, Allah pula yang akan memberikan solusi jika terjadi masalah. Jadi, kenapa harus takut jika kita tawakkal kepada Allah.. ^^
Read More … Belajar Dari Masa Kecil

Friday, September 2, 2011

Jodoh Pilihan Allah..

“Din, aku bingung nih, umurku udah mau 23, orangtuaku udah mulai nanya-nanya calonkuku terus. Mereka minta dikenalin. Duh, gimana ya..”
Ujar Linda (bukan nama sebenarnya) memulai percakapannya denganku sore itu, tepatnya menjelang malam. Aku dan linda memang menyempatkan untuk berbuka puasa berdua di sebuah restoran, berbuka terkakhir kalinya kata linda. Memang untuk yang terakhir kalinya karena besok Linda akan mudik ke tanah sumatera.
“Aku sebenarnya takut dijodohin. Aku maunya cari sendiri. Tapi sampai sekarang belum juga ketemu” lanjut Linda lagi
“Lho, memangnya kakak belum ada laki-laki yang disukai atau yang dikagumi, mungkin dari teman kampus ?” sahutku.
“Yaaa memang belum ada laki-laki yang aku suka. Orangtuaku aja sempat heran waktu mereka periksa handphoneku, semua inboxnya dari perempuan, kontaknya juga kebanyakan teman perempuan. Mau gimana lagi, mungkin memang belum takdirnya kali ya” jawab Linda
“Malah yang lebih parahnya lagi, mereka pernah curiga kalo aku gak suka sama cowok, hmm kamu ngerti lah maksudnya..” lanjutnya lagi
“Ah masa sih sampai separah itu. Tapi sebenarnya kakak memang normal kan?” tanyaku sambil bercanda plus kasih senyum jahil padanya.
“Yaiyalaah Din. Gak mungkin juga aku suka sama kamu. Hahaha” jawabnya sambil tertawa histeris tapi langsung malu sendiri. Mungkin takut dikira aneh oleh pengunjung resto malam itu.
Linda ini tipe orang yang easy going menurutku. Buktinya dia tetap “santai” walaupun orangtuanya mendesak untuk membawa calonnya ke rumah. Dia masih saja ngeyel.
“Lagipula kalau memang belum ada, mau bagaimana lagi. Masa aku mau bawa tukang somay ke rumah Din. Hehe” ujarnya
Aku hanya tersenyum mendengar seniorku itu bercerita dan melucu. Aku memang tidak banyak komentar kalau untuk hal jodoh-menjodohkan. Aku lebih banyak diam mendengarkan, menimpali dan bertanya saja. Karena aku sendiri juga belum ketemu jodohku, masa aku mau sok menasehati dan memberikan petuah pra-nikah untuknya.
“Kalau boleh tau, apa alasan utama orangtua kakak memaksa dikenalin sama calon menanatu?” tanyaku
“Aku juga gak tau pasti, Din. Mungkin karena faktor umur. selain itu, di antara anak-anak orangtuaku, tinggal akau yang belum menikah, semua kakakku sudah menikah dan punya anak. Mungkin orangtuaku juga takut aku jadi perawan tua kali ya” jawabnya.
“Kalo kamu sendiri kapan nikah??” tanyanya tanpa basa basi lagi
Waaaah ini Ka Linda tanya atau nembak. Sungguh menusuk sampai ke tulang sumsum. Haha lebay!
“Aku sih masih lama. Nanti aja deh kalau ada yang datang melamar. Tapi gak tau juga kapan. Terus kira-kira ada gak ya yang mau datang buat melamar. Kalau gak ada gimana dong.” Jawabku mulai ngelantur.
“Kamu mau gak kalo dijodohin sama orangtua kamu?” Tanya Linda lagi.
“Kalau aku dijodohin sama orang yang sholih, ngerti agama, ganteng, kaya, pinter, perhatian, sabar, dll dkk dsb, aku sih gak bakal nolak kak. Hehe” jawabku sekenanya.
“Tapi kalau gak cinta gimana? Masih mau sama yang kayak gitu, Din?” Kejar Linda lagi
Shoot..! Tembakan yang jitu. Pertanyaan yang cukup membuatku sedikit tersudutkan. Cinta. Ya, Pernikahan memang tidak akan harmonis tanpa cinta. Apa nanti aku bisa bertemu dan menikah dengan orang yang kucintai, ataukah aku harus berjuang untuk mencintai orang yang sudah menjadi jodohku kelak. Ah, pertanyaan yang membingungkan. Dan bagiku, cinta juga membingungkan. Aku pun tidak tahu kalau aku menikah dengan lelaki yang menurutku sempurna, apakah aku benar-benar mencintainya ataukah hanya sekedar mengagumi kesempurnaannya.
“Aku gak tau kak. Bingung ah mikirin jodoh. Pokoknya harus selesai kuliah dulu.” Jawabku
“Kamu tau gak Din, kedua kakakku itu menikah juga karena dijodohkan dengan orangtuaku. Makanya aku juga takut nasibku sama dengan kakakku itu.” Ujar Linda.
“Oya? Lalu bagaimana? Apa mereka memang saling cinta atau cintanya setelah menikah?” tanyaku penasaran.
“Kakakku yang kedua Din, perempuan. Dia cantik, tapi tomboy dan agak bandel. Bergaulnya agak bebas. Orangtuaku khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, makanya orangtuaku cepat-cepat mencarikannya suami agar ada yang menjaga kakakku dan bisa mengubah kakakku jadi perempuan yang lebih baik” paparnya.
“Trus kakak perempuanmu itu dijodohkan dengan siapa kak?” tanyaku lagi.
“Waktu itu ayahku mencarikan jodoh untuk kakakku, tapi belum ketemu. Sampai akhirnya ada seorang pemuda yang datang ke rumahku dan dia bilang pada ayahku dengan pede nya, Pak saya suka sama anak Bapak, saya mau nikah sama dia” ujar Linda
“Padahal ayahku juga gak kenal sama dia. Dalam hatiku, berani banget ya orang itu tiba-tiba datang ke ayahku dan bilang begitu. Dia bilang, dia juga gak kenal dengan kakakku. Dia hanya melihat kakakku dari jauh dan dia tertarik. Lalu dia datang ke rumahku dan menemui ayahku.” Lanjut Linda lagi.
Aku hanya takjub dan terheran-heran dengan cerita Linda itu. Benarkah hanya sesederhana itu proses seorang pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama? Bahkan sampai sekarang pun aku masih belum pecaya dengan yang namanya cinta yang seperti itu. Aku lebih percaya ungkapan yang mengatakan bahwa cinta itu ada karena terbiasa. Bagiku, itu lebih masuk akal ketimbang “baru lihat sekali langsung cinta”. Ah cinta memang membingungkan. Ada banyak sekali kisah nyata yang tak masuk logika, yang terbentuk karena cinta.
“Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?” kejarku masih penasaran.
“Ternyata dia kerja di sebuah bank di pulau jawa Din. Dari luarnya sih memang kelihatan baik. Tapi ayahku kan gak langsung percaya. Ayahku mengetes dia. Karena dia bekerja di bank konvensional, ayahku takut kakakku dan cucu-cucunya kelak makan hasil nafkah yang haram, maka ayah menyuruhnya untuk bekerja di bank syariah” Tuturnya
“Akhirnya dia mau pindah ke bank syariah dan bekerja di daerah dekat rumah kami. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya ayahku merestuinya untuk menikahi kakakku” Lanjutnya
“Bagaimana dengan kakakmu, apa dia mau menikah dengan pemuda itu?” tanyaku lagi.
“Jangan ditanya. Kakakku itu berontak habis-habisan. Dia menolak keras untuk menikah dengan pemuda tersebut. Tapi akhirnya ibuku mengancam kakakku, kalau kakakku tidak mau menikah, maka ibuku akan merasa sangat tersakiti karena penolakan tersebut, dan ibuku tidak meridhoi kakakku. Akhirnya kakakku mau menikah denga pemuda itu demi ibuku. Demi berbakti pada orangtua” Jawab Linda
Ya, berbakti pada orangtua. Wajib hukumnya. Tapi apakah cinta itu bisa dipaksakan? Aku pun masih belum mengerti tentang hal ini. Mungkin maksud orangtua Linda adalah memberikan yang terbaik untuk anak mereka. Tapi apakah menjodohkan anak dengan orang yang tidak dicintainya adalah cara yang baik dan benar?
Dari lubuk hatiku yang terdalam pun, aku menginginkan orang yang ku cintai yang akan menjadi suamiku kelak. Setidaknya, kalaupun nanti aku menikah dengan orang yang tak ku cintai, semoga Allah membukakan pintu hatiku agar aku dapat mencintainya dengan tulus.
“Lalu bagaimana dengan pernikahannya kak?” tanyaku lagi
Aku memang masih belum bisa membayangkan bagaimana masa depan pernikahan yang dipaksakan.
“Kakakku itu bener-bener gak mau disentuh sedikitpun oleh suaminya. Mereka aja tidur beda kamar, Din. Mereka seperti bukan suami isteri. Kakakku terlihat sangat tidak menyukai suaminya. Mungkin juga karena suaminya itu bukan orang yang ganteng Din. Seperti lelaki biasa saja. Ibuku sampai nangis-nangis gak kuat melihat anaknya yang seperti itu.” Papar Linda
“Bahkan, kakakku itu membuat semacam surat perjanjian rahasia bermaterai dengan suaminya. Kakakku ingin membuat surat perjanjian yang berisi pernyataan bahwa dia hanya mau menikah selama dua bulan saja karena ingin menyenangkan hati ibuku. Setelah itu dia minta diceraikan dan suaminya harus menyetujui itu.” Lanjut Linda lagi.
Konyol. Aku masih terbengong-bengong tak percaya. Aku pikir yang seperti itu hanya ada di dalam novel picisan atau sinetron saja. Ternyata di dunia nyata juga ada ya. Ataukah dia terinspirasi dari kisah di dalam novel dan sinetron?
“Ya Allah, sampai begitu parahkah ketidaksukaan kakakmu dengan suaminya?” ujarku tak percaya.
“Iya Din. Memang kakakku begitu. Tapi suaminya gak kehabisan akal. Suaminya itu menyetujui adanya perjanjian rahasia tersebut tapi sedikit diubah isinya. Suaminya minta diberikan satu orang anak kandung, baru dia mau menceraikan kakakku. Akhirnya kakakku setuju. Mungkin karena dia ingin cepat-cepat putus ikatan dengan suaminya. Padahal kan wanita itu kalau sudah punya anak, pasti dia akan sekuat tenaga mempertahankan rumah tangganya demi sang anak. Kakak iparku itu memang pintar juga taktik nya.hehe” Lanjut Linda lagi
Ya, Linda benar. Seorang wanita akan melakukan apa saja demi buah hatinya. Bahkan dia akan berjuang mati-matian demi sang anak walaupun harus melawan penderitaan pahit jika tetap tinggal bersama suaminya. Dia akan mengabaikan semua alasan untuk berpisah.
“Ahirnya kakakku hamil juga, dan suaminya makin sabar mengurusnya. Aku akui, kakak iparku itu memang sabar dan penyayang. Dia tetap setia pada isterinya walaupun jelas-jelas isterinya itu benci padanya. Mungkin karena kebaikan budi pekertinya dan keluhuran akhlaqnya, akhirnya kakakku luluh juga setelah melahirkan anak pertama mereka.” Papar Linda.
“Lalu?” tanyaku singkat
“Dunia jadi terbalik. Kakakku yang tadinya benci banget sama suaminya, sekarang jadi cinta mati. Mungkin karena kesabaran dan ketulusan suaminya itu yang membuat kakakku mencintainya. Sekarang, kemana kakak iparku pergi, isterinya selalu ikut. Bahkan pernah ikut kakak iparku kerja..! sedikitpun kakakku gak mau ditinggal sama suaminya walaupun untuk urusan kantor.” Jawab Linda.
Aku takjub mendengarnya. Bisa jadi seperti itu kah. Allahuakbar, Allah memang Maha Membolakbalikkan hati. Kini aku percaya bahwa benci bisa menjadi cinta dan sebaliknya.
“Hmmm kakakku itu, suaminya belum pulang kantor aja udah resah banget. Sampai-sampai dia bilang, Duuh suamiku mana ya, kok belum pulang juga. Aku takut dia pergi sama perempuan lain” Ujar Linda sambil meniru ekspresi kakaknya yang sedang galau itu.
“Lalu aku bilang aja ke kakakku, -eh suamimu itu tuh gak ganteng, gak mungkin ada cewek lain yang mau- Kakakku itu begitu takutnya. Jadi aku bilang gitu aja ke dia. Hehehe” sahut Linda nyengir.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar cerita Linda. Mungkin ikut bahagia karena akhirnya kakaknya bisa mencintai suaminya. Allah memang Maha Kuasa. Apa saja mudah saja bagi Allah. Aku ikut terharu karena suaminya itu sangat sabar menghadapi isteri yang seperti itu, dan akhirnya Allah menjawab sabarnya selama ini. Subhanallah..
“Oiya, terus bagaimana dengan surat perjanjian rahasianya?” tanyaku mengingatkan
“Ah kakakku juga udah lupa.hehe. bener-bener cinta mati sama suaminya, mana mungkin minta cerai. Hehe. Sruuut” sahut Linda sambil menyeruput jus alpukatnya.
“Jadi, gak buruk juga ya dijodohin. Relative juga sih. Hehe. Yaudah gak apa-apa kakak dijodohin sm orantua, toh bisa belajar dari pengalaman sebelumnya.” Ujarku sok memberikan solusi
“Ayahku memang keras din. Dan kami dididik untuk selalu patuh dengan perintah ayah. Termasuk urusan jodoh. Kedua kakakku aja dijodohin. Tapi gak tau kenapa, sekarang ayah agak melunak. Ayah Cuma minta dikenalkan denga calon yang aku suka, siapa saja asalkan baik. Aku juga gak tau kenapa Ayah jadi melunak begitu. Alhamdulillah..” Papar Linda lagi.
“Kalau kakakku yang pertama, laki-laki din. Dia juga dijodohin ayah. Padahal dia sudah punya calon sendiri, tapi Ayah gak setuju karena sudah punya jodoh lain untuk anaknya. Kakakku menolak keras. Tapi akirnya dengan alasan berbakti pada orangtua, kakakku menyetujui pernikahan itu. Dia juga sama dengan kakakku yang tadi, dia tidak mencintai jodohnya.” Lanjut Linda
“Lalu bagaimana? Apa ada surat perjanjian rahasia juga?” Tanyaku.
“Gak ada. Tapi tetap aja kakakku gak mencintai isterinya. Bahkan isterinya hamil pun ditelantarkan oleh kakakku. Kakakku gak pernah mengurus isterinya. Kasihan” Lanjut Linda sedih.
Aku juga merasa kasihan dengan isterinya. Begitu sabar dan setia pada suami yang tak mencintainya. Mungkin itu yang dinamakan cinta yang tulus. Mendengar cerita kakak laki-laki Linda, aku jadi teringat pada novel yang berjudul “Pudarnya Pesona Cleopatra.” Sangat mengharukan.
“Lalu, bagaimana selanjutnya? Apakah kakakmu bisa mencintai isterinya atau tidak?” tanyaku penasaran.
“ Sekarang kakakku juga sudah mencintai isterinya. Dia bisa cinta karena melihat isterinya yang kesakitan waktu melahirkan. Terlihat sangat kesakitan. Kemudian kakakku jadi merasa bersalah karena telah menyakiti dan menelantarkan isterinya. Dan saat itu dia merasa takut kehilangan isterinya yang sangat sabar dan setia.” Jelas Linda
Aku tercengang mendengar kisah Linda. Ternyata tidak semua hal yang kita anggap buruk akan selamanya buruk bagi kita. Jodoh yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk kita. Dengan cara apapun dia datang, semoga kita bisa membuka hati untuk mencintai jodoh pilihan Allah itu.
Subhanallah. Maha Suci Engkau Yaa Rabb. Engkau menjadikan akhir kisah yang indah bagi mereka. Aku benar-benar kagum dengan jalan hidup mereka yang akhirnya bisa mencintai jodoh mereka dengan ikhlas. Allah Maha mengetahui. Mungkin boleh jadi kita membenci sesuatu hal padahal itu baik bagi kita. Dan sebaliknya. Boleh jadi kita memnyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kita..
ÙˆَعَسَÙ‰ Ø£َÙ†ْ تَÙƒْرَÙ‡ُوا Ø´َÙŠْئًا ÙˆَÙ‡ُÙˆَ Ø®َÙŠْرٌ Ù„َÙƒُÙ…ْ ÙˆَعَسَÙ‰ Ø£َÙ†ْ تُØ­ِبُّوا Ø´َÙŠْئًا ÙˆَÙ‡ُÙˆَ Ø´َرٌّ Ù„َÙƒُÙ…ْ ÙˆَاللَّÙ‡ُ ÙŠَعْÙ„َÙ…ُ ÙˆَØ£َÙ†ْتُÙ…ْ لا تَعْÙ„َÙ…ُونَ

(Seperti yang dikisahkan Linda pada saya di malam 28 Ramadhan 1432H)

Read More … Jodoh Pilihan Allah..

Friday, July 22, 2011

Surat Rindu tak Bertujuan

Jika aku merindukan sesuatu yang tidak mungkin ada, apakah rindu itu menjadi sia-sia..?

Tak bolehkan aku berharap kau kembali walau hanya sebatas angan dan mimpi..
Kasihku, tlah ku titipkan segunung Rindu untukmu kepada Langit, sudahkah kau menerima kabar darinya..?

Bukankah langit yang kita lihat adalah langit yang sama..
Dan bulan yang kita pandangi tiap malam adalah bulan yang sama juga..
Aku pun telah mencurahkan hatiku pada bulan agar dia memberitahumu tentang perasaanku, sudahkah ia memberitahumu, sayang..?

Entah ada di garis bumi bagian mana engkau berpijak saat ini, tapi bukankah kita berdiri di atas bumi yang sama..
Tolong tanyakan padanya, apakah dia juga telah memberikan sepucuk cinta yang aku titipkan untukmu..

Jika saat ini kau masih tak peduli dengan hatiku, biarlah itu jadi luka yang akan ku pendam di dasar samudera hatiku,
Agar langit, bulan, bumi, juga engkau, tidak pernah tahu dalamnya..

Kasihku, Biarkan aku merindumu walau hatimu tak mengizinkan..

Biarkan rangkaian rindu ini mengalir untukmu walaupun kau tak sudi menerimanya..
itupun sudah lebih dari cukup untukku..

-Addini Urwah Hanifah-
Read More … Surat Rindu tak Bertujuan

Sunday, July 17, 2011

Ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan..

Ada hal2 yang tdk ingin kita lepaskan dan yang tdk ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.


Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang di benak kita.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".



Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru ...

Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng, yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.
Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa2... namun Anda telah memahami sesuatu...!



Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat

melepaskan...
Read More … Ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan..

Sunday, August 2, 2009

Yang terbaik dari-MU

Aku tahu ini yang terbaik dariMu,,
Aku sadar ini yang Kau berikan untukku..
Aku yakin bahawa Kau punya rencana lain di balik ini smua,,,
Allah..
Buat aku bisa menerima semuanya..
Read More … Yang terbaik dari-MU

Monday, July 13, 2009

sedang dalam perbaikan
Read More …
Maaf, artikel ini sedang diperrbaiki
Read More …
MAAF, ARTIKEL INI SEDANG DALAM MASA PERBAIKAN :)
Read More …

Friday, July 3, 2009

Met Berjuang ya Temen2ku,,,,,,,,,,

Gak terasa yaaaaa
ternyata Qta dah 6 tahun hidup bersama,,,
aq gak akan pernah lupain kalian,,,
aq gak akan pernah menghapus knangan2 yang udah kita buat selama itu dari memori ku...
kalian itu adalah bagian istimewa yang pernah ada di hati dan hidupku,,,
sedih bgt rasanya pisah sama kalian,,,
Fikri,Marwah,Ade, Muna, Esti,,,,
pkoknya kalian my best friend...
I Love U,aLL.......
^_^
Read More … Met Berjuang ya Temen2ku,,,,,,,,,,

Mungkin ini yang terbaik untukku.....

Sedih gak seh ngeliat mereka kecewa..
sedih banget,,,
walaupun mereka tetap memberiku semangat dan menyabarhan diriku,,,tapi tetep aja,,,
aq gak tau gimana caranya membuat mereka bangga punya anak seperti aku,,,
sedih bgt rasany ,,,
Yaa Allaah,,
Aku tau, keputusan Mu ini adalah yang terbaik untukku,,,
jangan Engkau Tinggalkan diriku sendiri dalam menempuh pelikny kehidupan,,,
Aku sangat membutuhkan Engkau,Yaa Allaah,,,,
Read More … Mungkin ini yang terbaik untukku.....

Monday, June 22, 2009

Cerita Indonesiaku

Negeriku,
Bak rumah bobrok di ambang kehancurannya.
Seperti makhluk besar nan perkasa,
yang tidak bisa bertahan dalam badai evolusi dan seleksi alam.
Negeri siapa itu,,,?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tanah airku,
Bagai Pinishi agung yang terombang ambing dalam ombak nan dahsyat.
Layaknya Newton yang kebingungan karena konsepnya tentang ruang dan waktu direvisi secara drastis oleh Einstein dengan teori reltivitasnya.
Tanah air siapa itu,,,?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bangsaku,
Rakyatnya bak tikus-tikus bodoh yang mati kelaparan di lumbung padi.
Seperti halnya sebuah dongeng yang bercerita tentang
Romeo dan Juliet, Layla dan Majnun, Sampek dan Engtay.
Para makhluk yang yang binasa akibat satu halyang tak berguna.
Kemudian,menjadi mati.
Tak berarti.
Bangsa siapa itu,,,?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Indonesiaku,
negeri yang para pemimpinnya menjelma sebagai serigala pengumbar janji yang ulung.
Seperti sebuah partikel yang mengalami gerak vertikal.
Melambuuung ke langit,
dan pada titik maksimumnya memiliki kecepatan NOL BESAR...!
Pada akhirnya,
hanya omong kosong belaka.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hingga sampai di titik klimaksnya,
cerita negeriku ini belum menemukan penyelesaian dari penderitaan yang tiada akhir.
Mungkinkah balada tanah airku tidak akan pernah berada pada titik antiklimaksnya?
Dan akan terus bertahan di puncak pnderitaan??
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Indonesiaku,
Dongeng negeri makmur,
yang penuh nestapa
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
detik-detik pergantian antara 12 & 13 Agustus 2008
Read More … Cerita Indonesiaku

Cinta itu Makhluk Apa,,,,?

Seorang sahabatku pernah bilang,,
"Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu kerana orang itu takut kau berpaling dan menjauhinya. Dan bila dia suatu saat dia hilang dari pandanganmu….kau akan menyadari dia adalah cinta yang tidak pernah kau sadari selama ini…."
hm,,
bener gak sih,,??
Diakah orang yang paling mencintai diriku?
Bagaimana aku tahu bahwa ia mencintaiku jika dia tidak pernah menyatakannya padaku?
Cinta itu membingungkan...
sebenernya, Cinta itu apa?
Dia trekspresikan dalam wujud apa?
Seperti apa dia?
Dimana aku bisa menemukannya?
Kapan aku berjumpa dengannya?
Begitu banyak orang yang mengaku jatuh cinta tapi mereka sendiri tidak tahu apa hakikat Cinta sebenarnya?
Siapa yang harus kita cintai?
Apakah Cinta itu butuh pengorbanan?
Pengorbanan apa yang diinginkan oleh Cinta?
Cinta,,
begitu misterius,,,
aku masih belum mengerti tentang cinta,,
tersakiti karena cinta,,
terselamatkan karena cinta..
Read More … Cinta itu Makhluk Apa,,,,?

Sunday, June 21, 2009

Ujian itu dari Allah,,,

Kenapa kita diuji oleh Allah??
Kenapa kita hidup dalam kesusahan...???
Begitu jahatkah Allah pada kita...
Mungkin itu adalah prtanyaan yang mengalir dalam benak kita yang tanpa kita sadari kita terancam menjadi hamba yang tidak bersyukur,,,
FabiayyiaaLaaiRabbikumaa Tukazzibaan..
Maka nikmat Tuhanmu yang manalagi yang akan ka dustai...
itu kata Allah...
Kita diuji oleh Allah dengan keburukan,musibah, dsb bertujuan untuk memperkuat keyakinan kita...
Yaa Allah,.,.
Yaa Muqollibal Quluub,,Tsabbit Qolbii 'alaa diinika w Thoo'atika...
Aaamiin
Read More … Ujian itu dari Allah,,,