Showing posts with label Lounge. Show all posts
Showing posts with label Lounge. Show all posts

Friday, January 8, 2016

Laki-laki atau Perempuan??

Laki-laki atau perempuan yaaa? Waktu awal menikah, kami termasuk pasangan yang mendambakan kehadiran seorang anak. Saya dan suami yang sama sama anak sulung, ternyata mengidam-idamkan jenis kelamin berbeda pada anak kami nantinya. Suami saya menginginkan anak perempuan Alasannya karena anak perempuan pertama itu bisa lebih telaten memimpin adik-adiknya nanti. Lain dengan saya yang malah menginginkan anak sulung laki-laki karena saya merasakan sekali betapa tidak enaknya menjadi anak pertama dan begitu mendambakan seorang kakak laki-laki padahal itu sangat mustahil kan karena saya memang anak pertama.

Waktu dinyatakan positif hamil saya bahagia sekali Saya menunggu sampai janin di kandungan berusia 4 bulan karena saya memang sangat penasaran jenis kelamin Apakah sang jabang bayi dalam kandungan ini. 

Sebenarnya saya menerima jenis kelamin apa saja, laki-laki atau perempuan bersyukur karena sudah diberi kepercayaan oleh Allah. Tapi tetap saja ini membuat saya penasaran tentunya bagi setiap calon orang tua, ya kan. hehehe

Waktu hamil 4 bulan saya USG ke dokter klinik yang dekat rumah, dr. Murni yang menanganinya ternyata beliau menyatakan bahwa jenis kelamin sang jabang bayi adalah laki-laki Wow betapa senangnya hati saya. The baby was a boy! Pulang dari klinik saya godain suami saya alhamdulillah ya ternyata anak kita laki-laki sesuai dengan yang aku harapkan hehehe.

Sampai usia 7 bulan kehamilan saya selalu USG di dr.Murni tiap bulannya dan beliau makin lama makin meyakinkan bahwa janin nya betjenis kelamin laki-laki
"lihat nih bu, ini 'Monas' nya kelihatan kan?" Kata dokter murni mobil menunjuk layar monitor hasil USG. Saya sih iya iya aja toh gambarnya bagi saya itu abstrak banget. Btw, kalo itu monasnya, trus bundaran HI nya di sebelah mana ya bu? hehehe

Memasuki Usia 7 bulan kehamilan, saya inisiatif periksa ke rumah sakit karena untuk berjaga-jaga Jika saya tidak melahirkan secara normal maka rekam medik mencatat saya pernah kontrol kesana. Disana ada beberapa dokter obgyn yang perempuan dan waktu itu saya pilih dokter Ita karena beliau senior di rumah sakit tersebut.
Dan setelah cerita-cerita dengan Ummi, ternyata waktu Ummi hamil, periksa nya ke dokter Ita juga. Berarti bisa dibilang beliau itu Dokter dua generasi dong hehehe

Setelah Kontrol dan  USG ke dokter Ita, ternyata Beliau juga menyatakan kalau janin yang ada di perut saya itu adalah laki-laki. Makin Yakinlah saya kalau memang benar nanti sulung saya laki-laki. Alhamdulillaaah.
Waktu itu suami saya pun Tidak berkomentar apa-apa walaupun laki-laki Tetapi dia tetap senang juga yang penting Ibu dan bayinya sehat. Beberapa kali saya bergantian Periksa ke dokter Ita ke dokter Murni.

Pernah kejadian waktu saya ingin Periksa ke dokter Ita tetapi saya telat dan pendaftaran yang sudah ditutup jadi saya mau tidak mau milih dokter lain saya pilih dokter Nina. Ketika dr. Nina melakukan USG beliau bilang masih 50:50 karena waktu itu kurang jelas dan nggak bisa terlihat jenis kelaminnya apa, tetapi dalam hati saya saya masih yakin itu laki-laki karena dari 3 dokter, dua diantaranya bilang itu laki-laki dan bukan sekali saja.

Hari lahiran sudah semakin dekat, ternyata bayi yang ada di perut saya posisinya masih melintang dan tidak mau turun ke bawah sudah ditunggu hingga 36 Minggu tapi tidak juga mau kebawah ditambah ketubannya sedikit. Akhirnya dokter murni dan dokter Ita pun menyarankan untuk di operasi caesar.

Skip skip, Saya memilih dokter Ita untuk menangani operasi caesar tersebut.
Ketika operasi caesar berlangsung  Saya sudah tidak mikir Bayi saya laki-laki atau perempuan fisiknya mirip  ibu atau bapak nya. Tapi saya hanya fokus berdoa dan berdzikir agar bayi saya lahir sehat selamat dan tidak kurang suatu apapun.

Alhamdulillah lega rasanya mendengar tangisan pertama bayi tersebut rasanya terharu bahagia dan gak terasa  air matanya keluar begitu saja. Saya bersyukur sekali. Setelah bayinya bisa dikeluarkan kemudian dipotong ari arinya, salah satu dokter memperlihatkan bayinya kepada saya
" ini bayi Ibu beratnya 2,7 kilo Alhamdulillah sehat"
pertama saya masih terpukau dan takjub, kemudian saya lihat wajahnya terus langsung ke alat kelamin saya berfikir sejenak dalam hati heran. Kok bentuknya seperti itu ya alat kelamin laki-laki, Apa memang seperti itu bayi baru lahir.. lalu saya bertanya kepada dokter
"dokter, kok begitu sih dok t*t*t bayinya?" 
lalu dokter tersenyum dan berkata "bayi ibu perempuan, ini silakan dicium dulu"

"Tapi kata dokter Ita bayinya laki-laki kan?" saya masih belum yakin.
" Iya Bu itu kan hanya prediksi di USG" jawabnya
"Ternyata terlilit tali pusat,Bu. Pantas saja dia melintang terus gak bisa turun" lanjut dr. Ita
Oh, kasihan sayangku terlilit tali pusat, alhamdulillah bisa selamat ya..

Yang lucunya lagi waktu itu Umi menunggu didepan ruang operasi (Cuma ada ummi karena Abu dan Aa sedang bersiap sholat Jum'at)
setelah dipanggil oleh suster untuk melihat bayinya Umi bingung, kok perempuan.
"Sus, bukan ini bayinya, tapi yang laki-laki" kata Ummi mantap sambil celingak celinguk apa ada bayi lain disana,
suster menjawab "Benar bu, Ini bayinya ibu Addini soalnya siang ini yang caesar cuma bu Addini aja"
Hehehe udah pede tapi salah.

Nama nya aja belum disiapkan. Semua nama  yang saya punya adalah nama laki-laki. Barang-barang bayi yang sudah dibeli semuanya berbau laki-laki serba warna biru pokoknya laki banget deh. Ada juga yang udah ngasih kado sebelum lahiran baju-baju baby boy dan ternyata itu gak kepake sama sekali.Mungkin belum ya mudah-mudahan nanti adiknya Ayesha bisa terpakai hehehe

Ayesha, maaf yaa awalnya mommy ragu apakah kamu benar bayi yang ada di periut mommy atau bukan. Maafkan enin juga yaa yg ikutan meragukan juga.hehe Aa, ternyata doa kamu yang lebih diijabah Allah. Diam diam menghanyutkan yaaa :D

Alhamdulillaaah

Read More … Laki-laki atau Perempuan??

Monday, October 6, 2014

Hidangan Idul Adha: Nasi Biryani Khas India

Assalamu’alaikum, para pembaca setia blog Addini. Bagaimana kabarnya Idul Adha di tempat kalian? Hmm yang pastinya, Hari Idul Adha ini bisa dibilang hari Makan Daging Nasional, bahkan tingkat dunia ya. Hehe Setiap rumah pun biasanya memiliki stok daging qurban, baik berupa sapi, kambing, atau domba dan unta (tapi kalau di Indonesia saya belum pernah dengar ada yang qurban unta :D ) termasuk di rumah saya.

Sudah lama sekali saya mengidamkan olahan daging kambing berupa nasi kebuli. Nasi Kebuli adalah kuliner Arab/timur tengah. Waktu saya kecil, ummi saya sering memasak nasi kebuli untuk kami sekeluarga.Walaupun ummi bukan keturunan arab, tapi Nasi kebuli Ummi sangat lezaaat, Laziiz jiddan, Raos pisan euy :D

Setiap kali nasi kebuli buatan ummi sudah matang, langsung dilahap oleh tangan-tangan kecil milik saya dan adik-adik saya. Jangan salah, kami masih kecil pun porsi makannya seperti orang dewasa jika sudah berhadapan dengan nasi kebuli ummi. Seperti orang yang belum makan dua bulan. Wkakaka

Oke fix, Saya NGIDAM NASI KEBULI. Bukan semata karena bawaan bayi saja, tapi karena kerinduan emaknya (saya) pada hidangan tersebut dan memang sudah lama sekali saya tidak makan nasi kebuli. Karena mendekati momen Idul Adha, saya menunggu daging qurban untuk memasaknya.Tapi ketika daging dibagikan di komplek rumah,ternyata saya kebagian daging sapi, bukan daging kambing seperti yang saya harapkan. Akhirnya saya memutar otak untuk menyiasatinya, Bagaimana saya bisa makan yang mirip nasi kebuli tapi dari daging sapi. Setelah browsing dan Tanya kesana kemari, datanglah inspirasi untuk membuat Nasi Biryani.

Biryani (Nastaliq: بریانی ; bahasa Hindi: बिरयानी) atau biriani (beriani) adalah hidangan berupa nasi (biasanya dari berasbasmati) yang dimasak bersama rempah-rempah, sayuran, atau daging. Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani Biryani aslinya berasal dari dapur kerajaan Mughal, India namun kemudian berkembang ke negara-negara lainnya di sub-benua India. Kolkata, Lucknow, Hyderabad dan Delhi, merupakan daerah utama penghasil nasi biryani. Variasi nasi versi lokalnya juga sangat terkenal di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan komunitas Asia yang tinggal di luar negaranya


Nasi Biryani dan nasi kebuli memang sekilas mirip.Perbedaan dengan nasi biryani adalah nasi dimasak langsung dalam kuah kaldu daging atau ayam beserta bumbu-bumbunya, jadi mirip seperti nasi pilaf dan umumnya tidak menggunakan bumbu kari sehingga tidak berwarna kekuningan sebagaimana nasi biryani.

Sejujurnya, ini pertama kalinya saya memasak masakan internasional(ceileeh gayanya). Banyak rempah-rempah khas kuliner timur tengah yang jarang digunakan pada masakan Indonesia. Jadi saya membeli bumbunya sekalian belajar mengenal rempah-rempah yang terdengar baru di telinga saya seperti jinten, kapulaga, cengkeh, pekak/bunga lawang. Maklumlah, masih pemula. Xixixi

Nasi biryani buatan saya tak luput dari bantuan suami saya. Dia yang mengantar saya berbelanja ke pasar, dan membantu mengiris daging yang beku karena dari baru dikeluarkan dari freezer .Cowok ganteng itu sungguh baik hati dan sering membuat saya melting, karena tidak segan-segan membantu saya memasak dan bela-belain berkutat di pasar dan dapur sebelum dia berangkat ke kantor. Buat ibu-ibu, memasak bareng suami juga menambah keharmonisan rumah tangga lhoo.. *kedipinmata

Oke, kembali ke laptop :D Nasi Biryani ini biasanya memakai beras khusus bernama beras basmati. Karakter beras ini panjang (long grain) dan tidak lengket seperti beras Indonesia. Tapi beras ini lumayan sulit didapat dan harganyaaa alamak, menguras kantong. Hehe Walaupun begitu, saya tidak menyerah dan menggantinya dengan beras pulen biasa. Dan ternyata rasanya tetap maknyos.

Berikut ini saya tampilkan resep dan cara membuat nasi biryani dengan menggunakan panci biasa dan rice cooker. Anda bisa memilih yang mana lebih anda sukai. Jika menggunakan panci, harus berhati-hati karena jika api terlalu besar, maka bagian bawah nasi akan gosong. Apabila menggunakan rice cooker, nasi seperti di steam/dikukus sehingga bagian dasarnya tidak gosong. Tetapi rasanya memang lebih ‘nendang’ jika pakai panci. Namun begitu, saya akui, saya belum ahli memasak nasi dengan panci biasa, akhirnya saya menggunakan rice cooker/ magicom saja. hehehe Eheemm, mari kita langsung menuju TKP

Nasi Biryani Daging Sapi

Untuk 4 orang

Bahan:

- 500 gram beras, pilih yang bulir panjang/long grain

Bumbu dan bahan kaldu daging:

- 1 sendok makan minyak sayur
- 250 gram daging sapi, potong tipis memanjang
- 1 liter air
- paket rempah (bungkus jadi satu menggunakan kain putih tipis): 1 sendok teh biji ketumbar, 1 sendok teh jintan, 3 buah kapulaga, 10 butir merica hitam butiran, 5 butir cengkeh
- 1 sendok makan bubuk kari instan


Bumbu dan bahan untuk menumis nasi:

- 1 1/2 sendok makan margarine (minyak samin lebih nendang)
- 3 butir bawang merah, iris tipis memanjang
- 4 butir bawang putih, iris tipis memanjang
- 1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
- 2 ruas jahe, iris tipis
- 2 sendok makan puree tomat (bisa diganti dengan 4 sendok makan saus tomat)
- 200 ml susu cair
- 2 batang kayu manis
- 2 buah kembang lawang/pekak
- 2 butir kapulaga
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kunyit bubuk
- 2 sendok teh kaldu bubuk
- 2 sendok teh garam


Cara membuat:

Siapkan beras, kalau bisa pilih beras jenis bulir panjang mirip seperti beras basmati. Cuci bersih beras, kemudian rendam dengan air yang banyak hingga seluruh beras tertutup air. Diamkan selama minimal 2 jam. Tiriskan.

Siapkan wajan, beri 1 sendok makan minyak, panaskan. Tumis irisan daging hingga permukaannya kecoklatan. Masukkan 1 liter air, paket rempah dan bubuk kari instan. Rebus hingga daging empuk dan air kaldu berkurang hingga setengahnya. Angkat, buang bungkusan paket rempah.

Siapkan panci, masukkan margarine, lelehkan. Tumis bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum. Masukkan kayu manis, kembang lawang, dan kapulaga, aduk rata. Tambahkan puree tomat, kaldu bubuk, garam, kunyit bubuk, merica bubuk dan susu cair, aduk rata Tuangkan beras yang telah ditiriskan, aduk-aduk hingga semua bumbu dan beras tercampur rata. Biarkan hingga susu meresap. Ambil + 300 ml air kaldu daging masukkan ke dalam tumisan beras beserta dagingnya sekalian, aduk rata.

Kecilkan api hingga sangat kecil, bungkus tutup panci dengan kain serbet. Tutup panci berisi beras dan masak selama 15 - 20 menit hingga nasi matang. Gunakan api yang sangat kecil agar beras matang perlahan dan tidak membuat bagian dasar nasi menjadi gosong.

Angkat nasi, aduk dan gemburkan dengan garpu hingga nasi menjadi tercerai berai.



Untuk memasaknya menggunakan rice cooker, beri margarine di rice cooker sambil rice cooker dalam posisi menyala. Panaskan margarine, tumis bumbu-bumbu dan ikuti instruksi seperti di atas. Masukkan susu cair dan beras, aduk rata.

Tambahkan kaldu + daging, ukur takaran air kaldu sesuai petunjuk penggunaan rice cooker anda ya. Aduk rata. Tutup rice cooker dan masak hingga nasi matang. Jika nasi telah matang, segera gemburkan nasi menggunakan garpu. Siap disantap. Yummy!

Sumber:

Resep dari sini
Wikipedia - Biryani
Read More … Hidangan Idul Adha: Nasi Biryani Khas India

Wednesday, February 9, 2011

Urgensi Dakwah Lewat Berpolitik

Pendahuluan
" Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah "(Ali Imran : 110).
Allah SWT telah menetapkan bahwa kaum muslimin adalah umat yang terbaik diantara manusia. Status ini diberikan kepada kaum mulimin agar mereka menjadi pemimpin dan penuntun bagi umat-umat lain. Sayyid Qutb dalam Fii Zhilalil Qur’an menafsirkan bahwa yang layak menjadi pemimpin umat manusia hanyalah "orang-orang yang berpredikat terbaik".
Namun saat ini umat Islam berada dalam kondisi dan situasi yang lemah serta paling rendah dalam memahami Islam. Kondisi ini telah terbukti menyebabkan segala bentuk pemikiran-pemikiran yang merusak menyusup kedalam tubuh umat Islam. Hal inilah yang mengakibatkan munculnya berbagai gangguan dan keresahan. Umat Islam cenderung mudah mengabaikan hukum-hukum Islam. Akhirnya kehidupan mereka merosot sampai ke taraf rendah. Dalam kondisi ini, umat Islam tidak memiliki peranan lagi dalam percaturan politik internasional.

Urgensi Berpolitik

Islam sebagai agama yang juga dianut oleh mayoritas umat di Indonesia selain sebagai aqidah ruhiyah (yang mengatur hubungan manusia dengan Rabb-nya), juga merupakan aqidah siyasiyah (yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan dirinya sendiri). Oleh karena itu Islam tidak bisa dilepaskan dari aturan yang mengatur urusan masyarakat dan negara. Islam bukanlah agama yang mengurusi ibadah mahdloh individu saja.
Berpolitik adalah hal yang sangat penting bagi kaum muslimin. Ini kalau kita memahami betapa pentingnya mengurusi urusan umat agar tetap berjalan sesuai dengan syari’at Islam. Terlebih lagi ‘memikirkan/memperhatikan urusan umat Islam’ hukumnya fardlu (wajib)sebagaimana Rasulullah bersabda :
"Barangsiapa di pagi hari perhatiannya kepada selain Allah, maka Allah akan berlepas dari orang itu. Dan barangsiapa di pagi hari tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin)".
Oleh karena itu setiap saat kaum muslimin harus senantiasa memikirkan urusan umat, termasuk menjaga agar seluruh urusan ini terlaksana sesuai dengan hukum syari’at Islam. Sebab umat Islam telah diperintahkan untuk berhukum (dalam urusan apapun) kepada apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yakni Risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Terlaksananya urusan umat sesuai dengan hukum syari’at Islam tidak hanya meliputi urusan dalam negerinya saja, melainkan juga urusan luar negeri. Hal ini karena kaum muslimin juga melakukan interaksi dengan negara-negara lain, yang dalam setiap pelaksanaannya harus selalu terikat dengan syari’at Islam.
Bentuk kepedulian kaum muslimin dengan segala urusan umat ini bisa berarti mengurusi kepentingan dan kemaslahatan mereka, mengetahui apa yang diberlakukan penguasa terhadap rakyat, mengingkari kejahatan dan kezholiman penguasa, peduli terhadap kepentingan dan persoalan umat, menasehati pemimpin yang lalim, mendongkrak otoritas penguasa yang melanggar syari’at Islam, serta membeberkan makar-makar jahat negara-negara musuh serta hal-hal lain yang berkenaan dengan urusan umat.
Banyak urusan rakyat yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin. Baik urusan pelaksanaan syariat Islam di dalam negeri ataupun yang menyangkut urusan luar negeri.
Di dalam negeri, kaum muslimin harus memperhatikan, apakah urusan umat dapat terpelihara dengan baik oleh negara. Mulai dari penerapan hukum pemerintahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, keamanan, aturan interaksi antar individu pria dan wanita serta seluruh kepentingan umat lainnya. Dengan demikian memperhatikan politik dalam negeri ini berarti menyibukkan diri dengan urusan-urusan kaum muslimin secara umum. Yaitu memperhatikan kondisi kaum muslimin dari segi peranan pemerintah dan penguasa terhadap mereka. Sudahkah pemimpin kaum muslimin (penguasa) melaksanakan langsung tanggung jawab terhadap rakyatnya, yang telah dibebankan Allah? Apakah seluruh urusan rakyat telah terpenuhi sesuai dengan hukum syara?
Aktivitas-aktivitas ini merupakan persoalan yang penting dan telah diwajibkan Allah SWT kepada umat Islam. Dengan demikian haram hukumnya bila kaum muslimun meninggalkannya.
Selain dari aktivitas politik dalam negeri, umat Islam juga harus menyibukkan diri dalam politik luar negeri. Hal ini dilakukan dalam rangka mengetahui strategi makar (tipu daya) negara-negara kafir terhadap kaum muslimin. Tindakan selanjutnya adalah membeberkan makar tersebut agar kaum muslimin waspada dan mampu menolak ancamannya. Di samping itu politik luar negeri ditegakkan dalam rangka menyebarkan da’wah Islam kepada seluruh umat manusia di bumi ini. Ini sudah menjadi kewajiban kaum muslimin. Sebab Islam diturunkan untuk seluruh manusia.
Oleh karena itu kewajiban berpolitik bersifat mutlak, baik berupa politik dalam negeri ataupun luar negeri. Pentingnya politik luar negeri ini karena aktivitas penguasa bersama negar-negara lain adalah bagian dari politik. Maka salah satu aktivitas politik luar negeri adalah mengoreksi aktivitas penguasa yang berkaitan dengan negara-negara lain.

Da’wah dan Politik

Bila kemudian kita kembalikan kepada tanggung jawab umat yang harus mengemban da’wah Islam keseluruh dunia, maka aktivitas da’wah ini tidak akan bisa dilakukan dengan mudah kecuali bila umat memahami politik pemerintahan negeri-negeri tersebut, yaitu politik pemerintahan negara yang berkuasa (yang rakyatnya mereka da’wahi). Mengemban da’wah adalah fardlu. Dalam hal ini seseorang tidak akan berhasil kecuali dengan memahami masalah politik secara keseluruhan (dalam dan luar negeri), maka memahami masalah politik adalah fardlu pula bagi kaum muslimin. Sebagaimana kaidah sya’ra menyebutkan :
"apabila suatu kewajiban tidak terlaksana dengan sempurna kecuali dengan suatu perbuatan, maka perbuatan tersebut hukumnya adalah wajib"
Dengan demikian ketika kaum muslimin mendapat tanggung jawab mengemban da’wah Islam kepada seluruh manusia, maka menjadi kewajiban bagi kaum muslimin untuk selalu mengikuti perkembangan dunia dengan kesadaran penuh, memahami masalah-masalah dan berbagai kondisinya, mengenali kecenderungan negara dan rakyatnya, mengikuti aktivitas perpolitikan yang terjadi di dunia (internasional), memperhatikan rencana politik negara-negara mengenai strategi penerapan politik dan tata car hubungan antara sebagian negara dengan negara lainnya, termasuk manuver-manuver politik yang akan dilakukan suatu negara. Mereka (kaum muslimin) harus memahami percaturan politik dunia Islam dalam konstalasi percaturan politik internasional.
Semua ini dilakukan agar kaum muslimin mudah untuk menetapkan cara-cara menegakkan, memapankan dan mempertahankan eksistensi negara mereka di tengah-tengah posisi internasional di dunia ini. Dengan demikian kaum muslimin akan dapat mengemban da’wah keseluruh penjuru bumi.

disusun dari berbagai sumber
Read More … Urgensi Dakwah Lewat Berpolitik